Ngeri! BPOM Prediksi 10 Juta Kematian Bakal Terjadi Akibat Resistensi Antimikroba

Wecome Olympicresidence-Sentul di Website Kami!

Batavia – Ngeri! BPOM Prediksi 10 Juta Kematian Bakal Terjadi Akibat Resistensi Antimikroba

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) mengungkapkan kemungkinan jutaan orang akan meninggal pada tahun 2050 akibat resistensi antimikroba atau AMR. Pelaksana Tugas (Plt) Pengendalian Narkoba dan Narkoba BPOM RI Rita Endang, tren tersebut terlihat setiap tahunnya. Jelang Debat Kelima, Prabowo Sempatkan Olahraga Pagi

Resistensi antimikroba diartikan sebagai obat yang tidak lagi efektif dalam mengobati berbagai infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan jamur.

Resistensi antimikroba merupakan fenomena bakteri, virus, jamur, dan parasit berubah seiring berjalannya waktu dan tidak lagi merespons obat, kata Rita Endang, dikutip Antara, Selasa (1/6/2024).

Kesulitan dalam pengobatan dapat membuat penyakit ini berisiko menyebar, memburuk, dan bahkan berakibat fatal, katanya: Jika tidak diobati, AMR juga akan merugikan pemerintah sebesar $3,4 triliun setiap tahunnya, sehingga menyebabkan 24 juta orang berada dalam kondisi ekstrem. kemiskinan pada dekade berikutnya.

AMR berdampak pada pertanian, peternakan, pangan, dan bahkan lingkungan.

Oleh karena itu, UPT BPOM seluruh Indonesia perlu melakukan berbagai upaya besar dan berkelanjutan untuk mengatasi hal tersebut, kata Rita.

Resistensi antimikroba juga digunakan tanpa resep dokter.

Berdasarkan hasil pemeriksaan fasilitas pelayanan kefarmasian (2021-2023), pada tahun 2023 terdapat 70,49 persen apotek yang menjual antibiotik tanpa resep dokter, lebih sedikit dibandingkan tahun 2021 dan 2022.

Jenis antibiotik yang umum dijual bebas adalah amoksisilin, sefadroksil, dan sefiksim, ujarnya. Ngeri! BPOM Prediksi 10 Juta Kematian Bakal Terjadi Akibat Resistensi Antimikroba

Selain masyarakat, Rita meminta tenaga kesehatan turut membantu tugas penting tersebut. Lihat “BPOM Sebut Sirup Terkontaminasi EG-DEG di Maladewa Tidak Tersedia di RI” (naf/kna)