Kemenaker Dorong Perluasan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Perawatan di Rumah Sakit Biayanya Mahal

JAKARTA, Olympicresidence-Sentul – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mendorong peningkatan dan perluasan peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Salah satunya dengan rutin mengatur dan menyelenggarakan program asuransi sosial bagi pekerja.

“Luasnya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan merupakan kewajiban kita semua.”

Baca Juga: Dipanggil KPK, Sekda Kota Semarang Akhirnya Bicara

“Pemerintah ingin jaminan sosial ketenagakerjaan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” kata Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Ketenagakerjaan Sosial Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), Indah Anggoro Putri.

Hal itu disampaikan Indah saat sosialisasi program jaminan sosial bagi pekerja pada kelompok pekerja tidak berbayar, di Yogyakarta, Selasa (30/1/2024) lalu.

“Jaminan sosial ini tidak hanya diperuntukkan bagi warga atau pekerja yang mendapat gaji saja, melainkan juga merupakan hak para wiraswasta dan masyarakat luas,” kata Indah.

Baca Juga: Berita Liga Voli Wanita Korea, Megawati Hangestri dan Gia Percaya Diri Hadapi Hyundai Hillstate, Demikian Kata Pelatih Red Spakrs.

Indah mengatakan, saat ini jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan sekitar 70 juta orang dan dari jumlah tersebut, hanya sekitar 7,8 persen yang merupakan pekerja mandiri (BPU) atau wiraswasta.

Menurutnya, masih luar biasa banyak masyarakat yang belum terdampak. Padahal, apapun profesinya, tentu mengandung risiko.

“Sangat disayangkan jika mereka mengalami kecelakaan kerja namun tetap belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.”

Baca juga: Bukan Mitos dan Mistis, Lemak Perut Hilang Tanpa Diet Ketat

“Jika mereka membutuhkan perawatan di rumah sakit, biayanya besar dan mereka harus menanggungnya sendiri.”